Monday, October 11, 2021

KEUNTUNGAN BAGI CALON PENGANTIN YANG MENGAMBIL PAKET PERNIKAHAN BY HELLO CATERING & WEDDING PACKAGE

Bagi calon pengantin yang akan menikah dan belum menentukan untuk mengambil sistem paket pernikahan atau memilih sendiri vendor-vendor pernikahan sendiri, alangkah lebih baik jika calon pengantin mengetahui dahulu mengenail sistem paket pernikahan. Sistem paket pernikahan dibagi menjadi dua, yaitu Paket Pernikahan Fleksibel dan Paket Pernikahan Tidak Fleksibel.

Paket Pernikahan Tidak Fleksibel biasanya dimiliki oleh vendor tempat, seperti gedung, hotel dan lainnya. Biasanya mencakup tempat, catering, dekorasi, fotografer hingga wedding organizer (WO). Mengapa paket ini dianggap tidak fleksibel? Karena biasanya pihak gedung atau hotel sudah menentukan harga. Misalnya Gedung A memiliki paket X, Y dan Z, calon pengantin tinggal memilih paket-paket tersebut berdasarkan kebutuhan (biasanya berdasarkan jumlah tamu). Semua vendor yang dipilih harus berdasarkan rekanan gedung tersebut. Jika calon pengantin tidak mau memakai vendor yang tersedia, maka tidak ada pengurangan biaya atau calon pengantin harus tetap membayar sebesar nilai tersebut.

Paket Pernikahan Fleksibel biasanya dimiliki oleh catering, calon pengantin bisa custom paket pernikahan agar bisa disesuaikan dengan budget calon pengantin. Calon pengantin akan diinformasikan mengenai paket, dimana terdapat vendor-vendor rekanan catering tersebut. Jika calon pengantin tidak ingin vendor rekanan catering tersebut, maka harga akan berkurang. Misalnya calon pengantin memilih paket A, tetapi calon pengantin tidak mau memakai jasa kartu undangan dari rekanan catering, maka calon pengantin hanya membayar harga setelah dikurangi harga kartu undangan. Biasanya dalam paket ini tidak termasuk undangan dan souvenir.   

Berikut adalah Keuntungan Bagi Calon Pengantin yang Mengambil Paket Pernikahan :


1.   Menghemat Waktu

Bagi calon pengantin yang sibuk berkerja, agak sulit pastinya mengatur waktu untuk mencari vendor pernikahan. Menggunakan sistem paket pernikahan jelas membantu calon pengantin yang disibukkan dengan pekerjaan, calon pengantin dan keluarga tidak perlu susah payah mempersiapkan acara pernikahan, karena akan dikerjakan oleh jasa penyedia paket pernikahan.


2.   Menghemat Biaya

Jika calon pengantin tidak punya waktu untuk mencari vendor, tentunya hanya ada sedikit referensi calon pengantin mengenai harga. Calon pengantin tidak bisa membandingkan harga dan kualitas setiap vendor. Jika memilih sistem paket pernikahan, calon pengantin bisa mendapatkan harga yang sesuai dari jasa penyedia paket pernikahan serta bisa mendapatkan bonus dan promo yang menarik.

 

3.   Lebih Praktis

Calon pengantin tidak perlu mondar-mandir mengecek dekorasi, persiapan gedung, persiapan altar atau bahkan makanan yang akan disajikan untuk para tamu undangan. Calon pengantin dan keluarga juga tidak perlu berlarian kesana-kemari untuk mengecek susunan acara, ketersediaan makanan dan sebagainya, karena tugas tersebut sudah dikerjakan oleh tim yang bertanggungjawab.


3.   Koordinasi yang Terpusat

Jasa penyedia paket pernikahan pasti memiliki PIC tim yang akan mengkoordinasikan semua vendor, calon pengantin biasanya mencurahkan segala maksud dan keinginan kepada PIC tim tersebut. Dengan koordinasi yang terpusat seperti ini, akan memudahkan calon pengantin jika ada 1 vendor yang tidak beres, calon pengantin akan minta pertanggungjawabannya kepada PIC tim tersebut.

Bagi calon pengantin yang masih bingung untuk mengurus pernikahannya, Hello Catering memberikan penawaran yang sangat menarik agar acara pernikahan calon pengantin bisa diselenggarakan sesuai dengan rencana dan berjalan lancar. Promo yang diberikan Hello Catering pastinya membuat calon pengantin tidak mau berpikir 2x untuk memutuskannya, seperti Free Honeymoon dan Free Tim WO on The Day, dan juga Paket All-in yang dimiliki Hello Catering sangat memudahkan para calon pengantin. Sangat menarik bukan?

(Foto by Hello Catering & Wedding Package)

PROMO BERLAKU PER TANGGAL 7 - 15 OKTOBER 2021!

Hanya untuk 7 Pasang Pengantin Beruntung!️

 
Segera buat Janji Temu di Kantor kami! Kami bantu seluruh kebutuhan Acara mulai dari Venue sampai Paket All-In Acara.
 
Kami dipercaya karena :
- Berdiri sejak tahun 2002
- Berlisensi PT. HELLO JAYA ABADI
- Bersetifikat Higienis Din-Kes
- Bahan Baku Halal, Ber-BPOM & MUI
- Berpengalaman & Profesional
- Memiliki Karyawan >100 orang
- Mempunyai Tim WO sendiri
- Tim Rias Bersetifikat MUA
- Gallery Busana sendiri

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package"yang juga memberi "Garansi Makanan Tidak Akan Kurang Hingga Akhir Acara"Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO CATERING & WEDDING PACKAGE
WhatsApp : 0822-6112-8468 (Nadia)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram : https://www.instagram.com/hellocatering_bekasi/
Facebook : https://www.facebook.com/cateringmurahbekasijakarta/
Twitter https://twitter.com/HelloCatering1?s=08
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCtwXBGyZveafNVtqrwjeKkg
Hello Catering & Wedding Package on Google :
https://g.co/kgs/xeDtgN
https://g.co/kgs/qxRq7s
https://g.co/kgs/QpjTgb

Thursday, October 7, 2021

MENGENAL PROSESI LANGKAHAN DALAM ADAT JAWA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer) 

Selain siraman, midodareni dan panggih, salah satu prosesi yang juga kerap dilakukan dalam tradisi jawa adalah Langkahan. Prosesi ini dilakukan apabila seorang adik akan menikah terlebih dahulu, mendahului kakaknya. Prosesi langkahan adalah suatu permohonan izin sang adik kepada kakaknya untuk menikah lebih dulu, dimana dilaksanakan oleh calon pengantin sebelum melakukan serangkaian prosesi persiapan pernikahan dan biasanya hanya dihadiri oleh anggota keluarga dan kerabat dekat. 

Sebagai simbol penghormatan pada prosesi langkahan, sang kakak diperbolehkan meminta apa saja sebagai syarat pelangkah yang akan disediakan oleh calon pengantin. Pelangkahan yang diserahkan oleh sang adik untuk sang kakak dimaksudkan agar sang kakak dapat dengan ikhlas memberikan izin kepada adiknya untuk menikah terlebih dahulu.

Perlengkapan yang harus disiapkan untuk Prosesi Langkahan adalah sebagai berikut :


1.   Tumpeng Golong

Sebuah tumpeng kecil yang terbuat dari nasi putih saja. Tumpeng ini merupakan miniatur dari gunung yang melambangkan keluhuran budi (dari warnanya yang putih).


2.    Ayam Ingkung Bakar

Ingkung maknanya "linangkung" yang berarti paling atau lebih, yang maksudnya agar orang yang melalukan ritual ini menjadi orang terpandang. Ayam ingkung yang dibakar dimaksudkan untuk membakar kesalahan-kesalahan masa lalu.


3.   Semangkuk Air dengan Bunga Telon

Air dengan bunga mawar merah, mawar putih dan kenanga, melambangkan kesejukan yang akan mengharumkan nama bagi orang yang melaksanakan ritual langkahan.


4.    Antebing Kalbu

Tebu ini dipergunakan sebagai tongkat yang bermakna pegangan hidup, bahwa manusia harus memiliki pegangan hidup agar hidupnya terarah.

Selanjutnya adalah Tata Cara Prosesi Langkahan sebagai berikut :


1.  Calon pengantin duduk bersimpuh dan mengucapkan salam kepada kakaknya yang duduk diapit kedua orangtua.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

2.  Sambil sungkem di hadapan kakak, calon pengantin menyatakan permohonan maaf apabila selama ini sering berbuat salah. Lalu memohon izin dan keikhlasan sang kakak untuk dilangkahi menikah lebih dulu.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

3. Kakak calon pengantin memberi keikhlasan untuk dilangkahi, kemudian calon pengantin  mengucapkan terimakasih dan mendo’akan sang kakak agar segera menemukan jodohnya.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 


4. Calon pengantin menyerahkan pelangkahan kepada sang kakak dan meminta kesediaan sang kakak untuk tetap membimbingnya dalam menjalani kehidupan.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

5. Tebu wulung yang diikat dengan ingkung bakar dipegang oleh sang kakak, sebagai tongkat untuk membimbing adiknya sambil berpegangan tangan dengan sang adik, lalu membimbing calon pengantin melangkahi tumpeng golong sebanyak tiga kali.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb

PROSESI PANGGIH DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer)

Dalam pernikahan adat jawa, selain siraman dan midodareni, prosesi lain yang biasanya juga dilakukan adalah prosesi panggih. Kata Panggih jika diartikan berarti bertemu, yang merupakan puncak acara bagi tradisi perkawinan adat jawa. Panggih adalah prosesi pertemuan secara adat jawa antara mempelai pria dan mempelai wanita setelah resmi menikah secara agama. Jadi, upacara panggih hanya boleh dilaksanakan setelah pernikahan secara agama. Kedua mempelai dipertemukan di kursi pelaminan, sebelumnya mempelai wanita telah lebih dulu duduk di pelaminan bersama kedua orangtuanya. Berikut adalah serangkaian Prosesi Panggih :

 

1)  Pasrah Pisang Sanggan

Pisang mengandung arti jenis buah-buahan dan Sanggan yang berarti segala hal untuk menyangga. Sanggan pada umumnya dikenal dengan tebusan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


2)  Balangan Gantal

Balangan berarti melempar, sedangkan Gantal berarti daun sirih yang sudah diikat dengan benang. Suruh yang diikat dengan benang sebagai lambang perjodohan dan telah diikat dengan tali suci.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

3)  Wijidadi

Mempelai pria menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian mempelai wanita akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

4)  Junjung Derajat

Dalam prosesi ini mempelai pria mengangkat tubuh pengantin putri dengan maksud menjunjung derajat atau mengangkat derajat istrinya sehingga posisinya sama dengan suami.

 

5)  Unjukan Tirto Wening

Orangtua mempelai wanita saling bergantian memberikan Tirto Wening kepada kedua mempelai sebagai ucapan selamat datang dan diterimanya pengantin pria menjadi salah satu anggota keluarga.


6)  Sinduran

Dalam ritual ini, ayah mempelai wanita menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan contoh yang baik dan sang ibu memberikan dukungan moral.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


7)  Pangkon

Pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah mempelai wanita, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti tanda kasih sayang orangtua terhadap anak dan menantu sama besarnya, tidak membeda-bedakan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


8)  Tanem Jero

Ayah mempelai wanita mendudukkan kedua mempelai di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat.

 

9)  Minum Air Degan

Air degan atau air kelapa muda dilambangkan sebagai air suci dan air kehidupan. Air degan yang diminum bersumber dari satu gelas saja untuk seluruh keluarga. Sang ayah dari mempelai wanita akan menjadi yang pertama meminum air degan, lalu diteruskan ke sang ibu hingga kepada kedua mempelai. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)


10)   Kacar Kucur

Sebuah tahap dimana mempelai pria memberikan lambang harta dengan cara mengucurkan beras kuning pada pangkuan mempelai wanita yang dibawahnya dialasi dengan kain. Tampa kaya mempunyai makna simbolik bahwa seorang pria bertanggung jawab untuk memberi nafkah kepada istrinya.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

11)   Dulangan

Kedua mempelai saling menyuapi nasi satu sama lain, yang melambangkan akan hidup bersama dalam susah maupun senang.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

12)   Sungkeman

Mempunyai makna simbolik yaitu tanda bakti anak kepada orangtua yang telah membesarkannya hingga dewasa, permohonan anak kepada orangtua supaya diampuni kesalahannya dan memohon do'a restu supaya dalam membina bahtera rumah tangga dapat bahagia dan sejahtera. Mempelai pria melepaskan keris yang merupakan lambang kekuatan yang dipakainya ketika sungkeman, hal ini mempunyai makna simbolik penghormatan kepada orangtua, serta sebesar apapun pangkat atau kekuatan yang dimiliki oleh anak, maka dihadapan orangtuanya tidak boleh ditampakkan.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb

Monday, October 4, 2021

PROSESI MIDODARENI DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer)

Midodareni berasal dari bahasa jawa yaitu widodari, dalam bahasa Indonesia berarti bidadari. Masyarakat jawa tradisional percaya bahwa pada malam tersebut para bidadari dari kayangan akan turun ke bumi dan menyambangi kediaman calon pengantin perempuan. Konon, para bidadari ini akan memberi wahyu yang dapat menyempurnakan dan mempercantik pengantin perempuan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Midodareni dilangsungkan pada malam hari, dimana calon pengantin pria datang dan menghantarkan seserahan kepada calon pengantin wanita. Pada malam midodareni ini, keluarga besar calon pengantin pria berkunjung ke rumah calon pengantin wanita untuk mempererat tali silaturahmi. Pada malam midodareni, calon mempelai wanita hanya diperbolehkan berada di dalam kamar pengantin dan yang bisa melihatnya hanya saudara serta tamu perempuan saja. Bahkan, calon mempelai pria dilarang melihat calon istrinya di malam tersebut.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

1.   Jonggolan

Dalam tahapan ini, calon pengantin pria datang ke rumah calon pengantin wanita untuk bertemu orangtuanya. Kedatangannya tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan hatinya telah mantap untuk menikahi putri mereka. Didampingi oleh perwakilan keluarga besar, calon pengantin pria datang sembari membawa berbagai seserahan berupa barang keperluan sehari-hari dalam jumlah ganjil. Selama berada di rumah calon pengantin wanita, calon pengantin pria menunggu di beranda dan hanya disuguhi air putih oleh calon ibu mertuanya.



(Foto by Hello Wedding Organizer)

2.  Tantingan

Setelah calon pengantin laki-laki datang dan menunjukkan kemantapan hatinya, kini saatnya calon mempelai perempuan ditanyakan kembali apakah sudah mantap menerima pinangan kekasihnya tersebut. Pada malam midodareni, calon mempelai perempuan sudah mulai menjalani masa pingitan sehingga nggak diizinkan keluar kamar selama waktu yang ditentukan. Karena itulah, kedua orangtua akan mendatangi calon pengantin perempuan di dalam kamar dan menanyakan kemantapan hatinya untuk berumah tangga.



(Foto by Hello Wedding Organizer)
 

3.  Penyerahan Catur Wedha

Ayah dari calon pengantin wanita memberi petuah kepada calon pengantin pria, petuah bagaimana menjadi suami dan ayah, bagian dari masyarakat dan hamba Tuhan. Calon pengantin putra mendengarkan nasihat yang tertuang dalam ajaran Catur Wedha (Empat Petunjuk) yaitu berisi 4 Pedoman Hidup (Hangayomi, Hangayani, Hangayemi dan Hanganthi) yang diharapkan bisa menjadi bekal untuk kedua calon pengantin dalam mengarungi hidup berumah tangga.



(Foto by Hello Wedding Organizer)

4.  Wilujengan Majemukan

Silaturahmi antara keluarga calon pengantin pria dan wanita untuk merelakan anak mereka membangun rumah tangga. Kemudian, keluarga calon pengantin wanita memberikan angsul-angsul untuk pihak keluarga pria. Namun yang tidak boleh ketinggalan adalah kancing gelung, berupa seperangkat pakaian lengkap pria beserta keris pusaka untuk dikenakan dan disandang ketika upacara panggih, yang bermakna bahwa calon pengantin pria diharapkan menjadi pelindung bagi keluarganya kelak.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb

PROSESI SIRAMAN WANITA DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer)

Siraman merupakan bagian dari prosesi pernikahan adat jawa yang dilakukan satu hari sebelum acara pernikahan. Setelah prosesi siraman, calon pengantin wanita dipaes, lalu dilanjutkan dengan selamatan. Menjelang malam, dilanjutkan dengan prosesi midodareni di rumah calon mempelai wanita. Prosesi siraman sendiri memiliki tahapan yang tidak tidak sedikit, berikut Prosesi Siraman Wanita dalam Pernikahan Adat Jawa :


1.       Pasang Tarub

Pasang tarub digunakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu di rumah yang bersangkutan. Didahului dengan Pasang Bleketepe, yaitu anyaman dari daun kelapa (janur) yang merupakan simbolis sebagai peneduh, yang dulunya digunakan untuk para tamu yang tidak bisa ditampung keseluruhan didalam rumah yang punya hajat yang sekarang ini diganti dengan tenda yang berwarna-warni.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

2.       Pasang Tuwuhan

Tuwuhan biasanya dipasang di pintu masuk dan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan yang masing-masing mempunyai makna. Tuwuhan terdiri dari :


a)   Pohon Pisang Raja yang Buahnya Sudah Masak

Diharapkan pasangan yang akan menikah telah mempunyai pemikiran dewasa dan matang. Sedangkan pisang raja mempunyai makna, pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.


b)   Tebu Wulung

Tebu wulung berwarna merah tua sebagai sumber manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu bertindak dengan cara bijaksana.


c)    Cengkir Gadhing

Merupakan symbol dari kandungan tempat si jabang bayi atau lambang keturunan.


d)   Daun Randu dari Pari Sewuli

Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.


e)   Godhong Apa-apa (Daun yang Bermacam-macam)

Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan agar terbebas dari segala halangan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

3.        Sungkeman

Calon pengantin wanita sungkeman kepada orangtua, ketika melakukan sungkeman kedua calon pengantin wanita berjongkok dan seolah-olah menyembah kedua orangtua.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

4.       Siraman

Acara siraman yang dilakukan sebelum upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Air yang merupakan campuran dari bunga setaman yang disebut Tirta Perwitosari yang jika memungkinkan dapat dicampur dengan 7 sumber mata air yang melambangkan sumber kehidupan. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Sebelum siraman dilakukan, Duta Tirta yaitu orang yang dikirim oleh pihak keluarga calon pengantin wanita untuk membawa sebagian Tirta Perwitosari ini ke rumah calon pengantin pria, untuk dipakai siraman calon pengantin pria. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Siraman diawali dengan kedua orangtua beserta pini sepuh, yang diharapkan nantinya bisa dijadikan panutan bagi calon pengantin dan diakhiri dengan Pemaes. Biasanya berjumlah tujuh orang, kata tujuh sendiri berasal dari kata Pitu atau Pitulungan dari bahasa jawa yang artinya penolong.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

5.       Pecah Kendi

Sebagai tanda sudah pecah pamor, artinya putrinya sudah siap untuk menikah. Pecahan kendi ini disebut juga dengan kreweng, yang digunakan sebagai alat jual nantinya di acara dodol dawet.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


6.        Gendhongan

Kedua orangtua calon pengantin wanita menggendong secara simbolis yang melambangkan sudah mengentaskan putri mereka.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

7.        Dodol Dawet

Kedua orangtua mempelai putri jualan dawet, yang mempunyai makna memberi contoh bagaimana nantinya mencari nafkah sebagai suami istri. Uniknya, orang yang membeli dawet ini menggunakan kreweng atau pecahan kendi tadi dan bukan menggunakan uang.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

8.       Tumpengan

Acara tumpengan disini menggunakan Tumpeng Robyong dimana kedua orangtua calon pengantin wanita melakukan suapan yang terakhir kepada putrinya. Lalu dilanjutkan dengan acara ramah tamah beserta tamu, yang menandakan diakhirinya upacara siraman.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

9.        Dulangan

Dulangan berarti suapan terakhir, ritual pernikahan adat jawa yang satu ini melambangkan tanggungjawab terakhir orangtua terhadap anaknya. Momen ini cukup mengharukan karena sekaligus melepas anak untuk membangun keluarganya sendiri. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)


10.    Ngitung Kreweng

Uang kreweng terbuat dari tanah liat dan dibuat berbentuk bulat dan lebih besar daripada koin pada umumnya. Uang kreweng ini dipakai untuk membeli segelas dawet yang dijual oleh orangtua calon pengantin wanita.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

11.    Tanem Rikmo

Ritual pernikahan adat jawa selanjutnya adalah memotong sedikit rambut kedua calon pengantin lalu menanamkannya. Ritual adat jawa ini bertujuan agar kedua calon pengantin dijauhkan dari segala hal buruk dalam rumah tangga. 



(Foto by Hello Wedding Organizer)

12.    Lepas Ayam Dere

Lalu dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam sebagai bentuk keikhlasan orangtua melepas anaknya hidup mandiri. Seperti seekor ayam yang bisa mencari makan sendiri. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb